[AbaTabee] 11 Orang Saja

Saturday, September 29, 2012

Ada satu buah pertanyaan yang selalu membuat bibir ini tersenyum kecut, karena sampai sekarang tidak pernah tahu apa orang lain juga mempunyai pertanyaan yang sama atau setidaknya orang lain tahu jawaban dari pertanyaan itu. Pertanyaannya seperti ini : “masa dari 250 jutaan penduduk Indonesia, sekali lagi ya, dua ratus lima puluh juta penduduk Indonesia, anggap saja 50% penduduknya adalah laki laki, jadi masa dari 125 juta penduduk laki-laki se Indonesia, tidak ada 11 orang, sekali lagi ya, sebelas orang saja yang sangat jago bermain bola ? “ xixixixi
Kalaulah pemain bola itu adalah dilahirkan, diturunkan secara genetis, apa tidak ada genetis seorang penduduk Indonesia yang dapat menghasilkan atlet sepakbola sekaliber lionel messi di Indonesia ? jujur, saya tidak percaya. Saya yakin ada. Saya yakin ada. 
Pertanyaan dan pernyataan tadi salah satu bentuk rasa kesel terhadap prestasi sepakbola tanah air ini yang sangat jeblok, minim prestasi di tingkat internasional.  Terlalu jauh membayangkan di tingkat Dunia atau di tingkat benua Asia, untuk level asia tenggara yang notabene hanya diisi oleh Negara-negara berkembang juga, Indonesia sudah lama tidak berprestasi, baik itu di ajang Seagames, atau di piala AFF, dulu Piala Tiger.
TIdaklah jika saya menyimpulkan, kalau sampai seumur saya sekarang, jadi 30 tahun lebih, pembinaan sepakbola di Indonesia seperti jalan di tempat. Meski sudah berkeringat, seakan – akan sudah berjalan kaki berkilo kilo meter, tapi ternyata tidak maju-maju, hanya diam di tempat, justru lingkungan sekelilingnya yang terus berubah, berlari mengejar impian, berlari mengejar prestasi.
Lalu kalau boleh menyalahkan, ini salah siapa ? apakah salah Organisasi Pembinanya ? ataukah salah kurikulum sekolah sepak bola yang ada ? ataukah salah pemerintah yang tidak memberikan perhatian lebih kepada sepakbola ? ataukah salah klub-klub sepakbola yang ada ?
Boleh jadi, yang salah itu adalah semua penduduk Indonesia yang masih bermental dijajah, tidak membutuhkan prestasi, tidak membutuhkan jatidiri, pasrah dengan kondisi yang ada, baik itu dari prestasi olahraga sepakbola ataupun olahraga lainnya. Saat ini, memang sudah ada kompetisi yang dikelola secara professional, dimana para pemain sudah di non amatirkan, para klub-klub sepakbola di setiap kota, dimandirikan, dibuatlah aturan oleh Kementerian Dalam Negeri yang dinyatakan bahwa anggaran APBD suatu kota tidak diperkenankan memberikan bantuan hibah kepada klub sepakbola  yang ada dikotanya. Buat sebagian klub yang sudah professional, adanya keputusan itu tentunya melegakan karena berarti sepakbola sudah dianggap sebagai industri, dimana hukum hukum bisnis digunakan, hukum untung rugi menjadi salah satu faktor penting bagi sebuah klub dalam melaksanakan aktivitasnya. 
3 tahun sudah hal itu diberlakukan. Semoga saja, dengan para klub yang ada dipaksa mandiri, maka klub-klub sepakbola itu semakin memperhatikan prestasinya dengan menggenjot para pemain nya untuk lebih dapat berprestasi baik di tingkat nasional maupun internasional, yang pada gilirannya akan memudahkan para pelatih yang ditunjuk menangani tim nasional Indonesia  memilih 11 orang saja dari 125 orang penduduk laki-laki di Indonesia  untuk bisa membawa Tim Nasional Indonesia berprestasi, amin...
 
10/9/2012


0 Comments:

Post a Comment

ala bumbaaa... Copyright © 2009 Designed by Ipietoon Blogger Template for Bie Blogger Template Vector by DaPino